WahanaNews-Borobudur | Pementasan Wayang Jataka di Desa, Kecamatan Borobudur, Magelang menggunakan latar cerita dari relief yang ada di Candi Borobudur menarik perhatian.
Sekilas wayang jataka hampir sama dengan pementasan wayang kulit.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri Puncak Peringatan Hari Buruh Internasional 2026
Namun cerita yang diangkat berbeda dengan cerita wayang pakem.
Dalam pertunjukan wayang jataka, alur cerita diangkat dari cerita relief di Candi Borobudur, seperti relief panel 40 -44 yang menceritakan kebijaksanaan dan kebesaran hati seorang raja.
Salah satu yang unik dalam pementasan ini adalah setiap tokoh dimainkan satu orang, sehingga penyampaian moral sebagai pedoman hidup dapat tercapai.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri dan Beri Pengarahan pada Pelantikan Pengurus DPC APKESMI Sumedang 2026-2031
“Bagus, baru pertama kali melihat wayang seperti ini,” kata Lukman, salah satu penonton, Sabtu (16/4/2022).
Diharapkan dengan adanya pementasan wayang jataka, dapat menggungah kesadaran masyarakat sekitar Candi Borobudur untuk terus merawat dan melestarikan budaya. [rda]