"Itu indukannya. Masih ada 4 anaknya yang belum ditangkap. Kemarin ada yang melihat, tadi pagi juga ada yang melihat. Tapi belum bisa ditangkap," ungkapnya.
Ia mengaku, hama babi hutan kerap merusak tanaman warga. seperti tanaman singkong dan salak. Namun, untuk sampai masuk ke permukiman baru kali pertama.
Baca Juga:
Oknum Polisi Polda Jateng Diduga Habisi Bayinya Sendiri, Kini Diperiksa Propam
"Biasanya merusak tanaman singkong, salak. Kalau sampai masuk baru kali ini," tambahnya.
Warga Desa Gembongan lainnya, Subarni mengaku takut usai kemunculan babi hutan di pemukiman warga. Saat ini ia bersama warga lainnya terus berjaga untuk antisipasi jika babi hutan kembali masuk ke pemukiman.
"Sekarang jadi takut dan khawatir. Takut menyerang anak-anak juga. Sementara ini, warga di sini berjaga-jaga terus," ujarnya singkat.[gab]