Kemudian pada tanggal 5 Januari, istri dan kakaknya menjalani PCR secara mandiri di klinik swasta dan hasilnya positif.
Mengetahui hal itu, petugas Puskesmas Tlogosari Kulon pun langsung melakukan tracing terhadap 26 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 itu. Dari hasil tracing itu didapati satu orang lagi yang terpapar Covid-19, yakni si anak pasien pertama.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, menyebutkan keempat pasien Covid-19 varian Omicron itu pun telah menjalani isolasi secara mandiri, karena tidak memiliki gejala dan telah menjalani vaksinasi secara lengkap.
“Tanggal 18 Januari 2022, mereka sudah dinyatakan negatif [sembuh],” ujar Hakam dalam keterangan tertulis, Jumat (21/1/2022).
Kendati demikian, Hakam mengaku akan menindaklanjuti penemuan varian Omicron itu dengan mengaktifkan surveilans pendatang.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Pendatang dari Jakarta maupun luar negeri akan diminta untuk melakukan tes swab lagi saat tiba di Kota Semarang.
Pemkot Semarang juga akan meningkatkan skrining TTU, mengaktifkan pemantauan kedatangan melalui aplikasi Sidatang, serta menyiagakan 3 T, rumah sakit dan isolasi terpusat.
“Kepada warga Kota Semarang tidak perlu risau. Varian apapun asal tetap disiplin prokes, sudah vaksin lengkap plus booster, insyaallah diberikan perlindungan. Kuncinya tetap prokes,” tegas Hakam. [non]