Bahwa saat ini organisasi induk itu tidak hanya mengkonsolidasikan di internal tapi juga harus merasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Jadi kalau di Semarang saya lebih suka kegiatan-kegiatan yang langsung turun ke lapangan. Kita tahu persoalan gender ini masih menjadi persoalan yang cukup pelik di bangsa kita termasuk Semarang.
Baca Juga:
Kemenhaj Pastikan Dapur Haji di Mekkah Sajikan Cita Rasa Nusantara
Masih cukup banyak ada yang kemudian jadi korban kekerasan, hak-haknya tidak diberikan. Sehingga untuk program kerja ke depan saya minta ke arah perbaikan tersebut, " ujarnya.
Di masa pandemi ini, menurutnya perempuan terkena dampak lebih banyak.
Mereka mempunyai potensi yang lebih besar daripada laki-laki terutama pada saat pandemi covid 19.
Baca Juga:
Diklat Dasar KOKAM Sumedang 2026 Digelar Dua Hari, Siapkan Kader Tangguh dan Berintegritas
Ada yang di PHK ada yang kemudian karena sering di rumah semakin banyak pertengkar dalam masalah keluarga.
"Mari kita kemudian mengungkit wilayah ekonomi agar perempuan perempuan terutama anggota Srikandi ini mampu memberikan pencerahan kepada Semarang termasuk Jawa Tengah atau menjadi perempuan Mandiri itu lebih baik, " ujarnya.
Menurut Hendi, banyak potensi UMKM yang bisa dikembangkan di wilayah masing-masing. Pemerintah kota Semarang siap bersinergi.