WahanaNews - Semarang | Teknologi berbasis Metaverse bakal dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah di Mall Pelayanan Publik (MPP) yang ada di Terminal Mangkang.
Metaverse sendiri merupakan dunia virtual yang diciptakan oleh konvergensi teknologi digital dan dunia fisik.
Baca Juga:
Dilaunching Menpan-RB, MPP di Sikka Siap Layani 80-an Jenis Layanan
Nantinya, melalui sistem 3 Dimensi (3D), pengguna bisa melakukan interaksi dengan objek digital secara realistis, sehingga perizinan di Ibu Kota Jateng bisa dilakukan secara virtual.
“Nantinya 160 jenis layanan dan 50 tenant yang ada di MPP Kota Semarang bisa diakses melalui dunia metaverse," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Widoyono, Jumat (9/12/2022).
Mantan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang ini mengatakan, dunia metaverse akan memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan tanpa harus datang ke MPP. Teknologi ini masih dikembangkan oleh tim IT Pemkot Semarang.
Baca Juga:
Kakanwil Kemenkumham Jateng Terima Audiensi Pengadilan Tinggi Agama Semarang
“Jadi untuk mengurus administrasi ataupun perizinan, masyarakat bisa mengakses layanan tersebut dari rumah, jadi tidak perlu repot-repot datang secara langsung ke MPP,” jelasnya.
Pemkot sendiri menargetkan sistem metaverse sudah bisa diakses masyarakat pada 2023 mendatang. Selain melalui virtual 3D, layanan perizinan online di MPP juga bisa diakses masyarakat.
“Berbeda dengan layanan online biasa dan masih satu-persatu. Melalui metaverse semua bisa diakses seperti dunia nyata, hanya saja dalam bentuk virtual 3D,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, perizinan melalui metaverse merupakan satu-satunya di Indonesia. Nantinya teknologi tersebut akan dikembangkan, karena punya potensi menjadi platform baru untuk interaksi sosial, perizinan, perdagangan, hingga hiburan.
“Kami ingin memudahkan dalam mengurus administrasi ataupun perizinan” jelasnya.
Teknologi metaverse, lanjut Ita-sapaan akrabnya- menjadi wujud program reformasi birokrasi untuk memantik penanaman investasi.
“Nanti akan kita terapkan di MPP yang ada di Terminal Mangkang,” pungkasnya.[mga]