WahanaNews-Solo | Pemerintah Kota Solo memutuskan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali digelar mulai pekan depan di Solo, Jawa Tengah.
Keputusan itu diambil setelah ada penolakan atas pembelajaran jarak jauh.
Baca Juga:
BPASN Sidangkan 69 Kasus ASN di Awal 2026, Mayoritas Berujung Pemberhentian
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sudah meresmikan keputusan ini lewat surat edaran yang berlaku pada Senin (14/2/2022).
"PTM sudah saya instruksikan ke Ibu Disdik (Etty Retnowati) biar kasih SE (surat edaran). Tunggu dulu SE dari Bu Etty, seminggu ini sudah kami evaluasi, kenaikan sudah kami pantau," kata Gibran di Solo, Jumat (11/2/2022).
Salah satu pertimbangan Gibran untuk kembali meneruskan PTM adalah kasus Covid-19 yang tetap naik saat sejumlah sekolah ditutup.
Baca Juga:
Tradisi Tahunan Ramadan, MT Forkowas Bagikan Rezeki kepada Dhuafa dan Anak Yatim
"PTM ditutup kasus tetap naik, makanya PTM saja. Bukannya saya menggampangkan namun memang kasus sedang naik," sebut Gibran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati, mengatakan untuk SE pelaksanaan PTM telah dibuat dan edarkan ke Sekolah-sekolah di Kota Solo.
"Sudah saya keluarkan Surat Edaran (SE), bagi sekolah-sekolah yang tidak terpapar, Senin (14/2/2022) bisa masuk (PTM)," jelas Jumat (11/2/2022).
Etty menjelaskan dalam SE sistem aturan pelaksanaan pembelajaran pada pekan depan diterapkan secara hibrid, yakni online dan offline.
"(Dulu) Kalau anak-anak tidak masuk (terpapar Covid-19), dianggap tidak masuk. Kalau sekarangkan anak boleh dianggap PJJ. Sekolah harus menfasilitasi keduanya. Dan sekolah bisa meminta kembali persetujuan orang tuanya," jelasnya.
Disinggung kepastian sekolah yang sudah bisa menyelenggarakan PTM pada pekan depan, Etty mengatakan belum bisa memastikan.
"Ini kan masih proses, mudah-mudahan semuanya, tetapi paling ada beberapa sekolah yang masih belum bersih tracing-nya," jelasnya. [rda]