Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan keberadaan kawasan industri seperti KEK Industropolis Batang harus menjadi bagian dari strategi pembangunan kawasan aglomerasi ekonomi nasional.
Menurutnya, konektivitas antara kawasan industri, pelabuhan, jalan tol, bandara, dan pusat logistik harus terus diperkuat agar biaya distribusi semakin efisien dan daya saing investasi Indonesia terus meningkat.
Baca Juga:
Danantara Gandeng Chandra Waste Energy, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Percepat Transisi Energi
"Investasi akan terus datang apabila ekosistemnya lengkap, regulasinya konsisten, infrastrukturnya terhubung, dan pelayanan kepada investor berlangsung cepat serta profesional," ujarnya.
Ia menilai keberhasilan KEK Batang dapat menjadi model bagi pengembangan kawasan industri baru di berbagai wilayah Indonesia sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di beberapa daerah.
Tohom berharap pemerintah terus menjaga kesinambungan kebijakan hilirisasi, industri hijau, dan kemudahan investasi agar Indonesia mampu menjadi tujuan utama investasi manufaktur berteknologi tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga:
Pabrik Evyap Resmi Beroperasi, MARTABAT Prabowo-Gibran: KEK Sei Mangkei Jadi Motor Hilirisasi Sawit
"Langkah tersebut akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara industri maju yang memiliki daya saing global," pungkasnya.
[Redaktur: Sandy]