Saat ditemukan, mayat itu berada di atas kasur dalam keadaan tanpa busana.
“Posisi korban miring sebelah kiri dan tidak berpakaian sama sekali,” ujarnya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Effendi, mengatakan saat ditemukan, ada cairan seperti darah yang keluar dari rongga mulut korban.
“Korban saat ditemukan posisi miring ke kiri dan sudah kaku. Keluar cairan seperti darah dari rongga mulut. Diperkirakan sudah meninggal 20 jam lebih,” jelasnya.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Meski demikian, polisi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
“Dari hasil pemeriksaan tim Inafis dan Puskesmas Ngembal Kulon, tidak ada sebab penganiayaan di tubuh korban. Korban yang meninggal tidak mengunakan pakaian sama sekali. Pakaiannya sudah terlepas semua,” imbuh Deni.
Polisi juga tidak menemukan benda mencurigakan di lokasi penemuan mayat tersebut. Selain itu, barang-barang berharga milik korban juga masih ada di lokasi.
“Kami tidak menemukan barang seperti obat kuat atau barang mencurigakan. Barang-barang milik korban juga masih utuh, baik pakaian, sandal, handphone, uang, kunci dan kendaraan masih lengkap,” imbuhnya.