WahanaNews-Jateng | Petani di lereng Gunung Sindoro, wilayah Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung terapkan sistem tumpeng gilir di lahannya.
Sistem yang merupakan kearifan lokal dan menjadi tradisi dalam bertani di lahan tersebut, terbukti mampu optimalkan lahan, menghemat biaya, dan meningkatkan pendapatan.
Baca Juga:
Bupati dan DPRD Dairi Tandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS TA 2027
Petani Desa Bansari, Sofian (35) mengatakan, tumpang gilir menjadi tradisi dalam bertani di lereng Gunung Sindoro, yang diajarkan orang tua pada anaknya.
Sistem tumpang gilir yakni petani mengolah lahan satu kali dan pemberian pupuk organik untuk penanaman satu komoditas yang disusul komoditas lain, tanpa pengolahan lahan kembali.
Anggota Kelompok Tani Lestari itu mencontohkan yang diterapkan di lahannya adalah bertanam bawang merah.
Baca Juga:
PIKI dan GKPA Perkuat Silaturahmi dan Sinergi bagi Gereja dan Bangsa
Sebelum bawang merah panen, di sela-sela tanaman ditanami tembakau.
“Saat bawang merah panen, tanaman tembakau sudah mulai tumbuh. Ada pula yang ditanami bawang merah, lalu disusul lombok,” katanya, yang ditemui baru-baru ini.
Saat ini, ketika bawang merah berusia 50 hari, di sampingnya ditanami cabai, sehingga nanti saat bawang merah panen, selisih beberapa waktu cabai juga panen.