Jateng.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana investasi Pure Battery Technologies (PBT) senilai sekitar US$350 juta atau Rp5,7 triliun di KEK Industropolis Batang.
Skema ini dinilai dapat memperkuat hilirisasi industri sekaligus menjadikan Jawa Tengah bagian penting dari rantai pasok kendaraan listrik global.
Baca Juga:
Investasi Kumulatif KEK Capai Rp368 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Indonesia Makin Kompetitif di Mata Investor
“Investasi sebesar Rp5,7 triliun ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya sebagai tempat membangun industri masa depan, dan yang harus kita pastikan sekarang adalah nilai tambahnya sebesar mungkin tinggal di dalam negeri,” kata Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba, Senin (3/8/2026).
Menurut Tohom, keputusan perusahaan asal Australia tersebut membangun pabrik precursor cathode active material (pCAM) di Batang merupakan peluang strategis untuk membawa Indonesia naik kelas dari pemasok mineral menjadi basis manufaktur teknologi baterai.
Ia menilai investasi industri baterai akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih luas apabila pemerintah mampu menghubungkannya dengan industri nasional, tenaga kerja lokal, UMKM, logistik, serta ekosistem kendaraan listrik.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Ucapkan Turut Berduka atas Meninggalnya Anggota DPR RI Bakri Dapil Jambi
“Jangan melihat investasi ini hanya dari angka Rp5,7 triliun, karena yang lebih penting adalah berapa banyak industri turunan yang lahir dan berapa besar transfer teknologi yang dapat kita kuasai,” ujar Tohom.
PBT berencana memulai pembangunan fasilitas tersebut pada 2027 setelah tahapan rekayasa atau engineering selesai dilakukan.
Chairman Pure Battery Technologies Stephen Wilmot menyebut proyek di Batang sebagai investasi terbesar yang pernah dilakukan perusahaan dengan kapasitas lebih dari empat kali fasilitas pemurnian PBT di Jerman.