Barongsai dibuat bukan dijual secara umum melainkan untuk mencukupi kebutuhan 8 klub yang dibinanya.
Sandi masih ingat apa yang disampaikan kakeknya jika barongsai bukan politik melainkan kesenian.
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Bahkan saat Orde Baru ada larangan pentas barongsai dengan leluasa.
Sandi menambahkan, sebelum pandemi, menjelang Imlek klub yang berada di bawah Bhinneka Nusantara sering pentas di sejumlah hotel.
Undangan main tersebut baik di hotel kawasan Borobudur maupun Jogja, namun saat pandemi ini tidak ada. [rda]