WahanaNews-Borobudur | Sumadiyono, pawang hujan asal Magelang mengaku bisa mengendalikan cuaca adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Saat ritual, saya siapkan jajanan pasar, sesajen, dan dupa,” ujarnya di kediamannya, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (22/3/2022).
Baca Juga:
Posko ESDM RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Terkendali
Nantinya, kata Sumadiyono, benda-benda itu dibacai doa guna memohon segala kemudahan dalam menjalankan niat mengendalikan cuaca.
“Sebenarnya tidak ada ritual khusus. Saya hanya memanjatkan doa, memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi kelancaran,” tambahnya.
Dupa dan sesajen, lanjut Sumadiyono, lantas dibawa pulang ke rumah sebagai sarana untuk memastikan bahwa di lokasi tidak turun hujan.
Baca Juga:
Hadiri Rapat Paripurna DPRD Karo,Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar LKPH Tahun 2025
Ia menyebut, permintaan menahan cuaca supaya tidak turun hujan menyesuaikan kebutuhan pemilik acara.
Rata-rata, lamanya sampai tiga hari.
“Kalau acara nikahan dan kegiatan umum, hujan bisa tidak turun hingga tiga hari. Tak jarang, hujan tidak turun sampai seminggu,” tuturnya.