Kendati sudah puluhan tahun menjadi pawang hujan, Sumadiyono mengaku tidak semua cuaca bisa dikendalikan, terutama jika mendung putih.
“Sampai sekarang, saya belum mengendalikan kalau mendung putih. Biasanya, biarkan dulu hujan turun, baru saya melakukan ritual,” katanya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Lain hal dengan mendung hitam, paparnya, cenderung lebih mudah dikendalikan karena masih kelihatan ruang-ruang untuk menahan hujan.
Tak patok harga
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Keahlian Sumadiyono mengendalikan cuaca tak lagi diragukan.
Pemakai jasanya berasal dari kalangan orang biasa hingga pemilik event organizer.
Ia tak sekali atau dua kali menangani cuaca di kegiatan sekelas kementerian hingga kepresidenan.