Sementara itu, tersangka RW mengaku sudah melakukan jual beli sabu sejak setahun belakangan.
Tersangka juga sebagai pengguna.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Dua Skema Huntap, 914 KK di Bener Meriah Dapat Huntara Terlebih Dahulu
Dari hasil penjualan sabu, tersangka diupah mulai 50ribu-100 ribu per gramnya.
"Ini (sabu) dititipin teman untuk dijual. Dapat upah 50ribu-100 ribu per gramnya. Selama setahun ini, baru dapat (keuntungan) dari jual sabu sebesar Rp600 ribu," terangnya.
Di samping itu, ia mengaku, menyimpan sabu di dalam Magicom baru pertama kali dilakukan.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Tuntaskan Misi Recovery Kelistrikan Aceh, 90 Personel Berhasil Pulihkan Ratusan Aset dan 441 Pelanggan
Sebelumnya, sabu-sabu miliknya disimpan di area belakang rumah.
"Itu (disimpan di Magicom) biar tidak ketahuan, ide sendiri. Magicom-nya punya rumah tidak dipakai lagi karena sudah rusak, jadi tidak pernah di cek sama keluarga," urainya. [rda]