Di mata warga, emas mempunyai nilai lebih dibandingkan uang.
"Apalagi ibu-ibu ya, ini minyak jelantah kebanyakan ibu-ibu kan yang punya. Mereka lebih suka emas," papar dia.
Baca Juga:
Opak Gurih Ibu Kesih, Usaha Rumahan di Buahdua Produksi Beragam Camilan Tradisional
Sejak saat itu, usahanya itu mulai dilirik oleh warga. Dalam hal penukaran emas, Ika juga bekerja sama dengan perusahaan emas yang legal.
"Memang beda rasanya kalau ditukar dengan emas. Kalau ditukar uang kan sudah biasa ya," imbuh dia.
Dengan mengumpulkan minyak jelantah lima botol berukuran 1,5 liter, warga bisa mendapatkan emas seberat 0,02 gram.
Baca Juga:
Disdukcapil Sumedang Buka Layanan Saat Libur Lebaran 1447 H, Masyarakat Bisa Urus Dokumen 23–24 Maret 2026
"Selama ini mayoritas ibu-ibu yang tertarik memang," ujar dia.
Sampai saat ini, puluhan warga sudah menjadi member di Bank Sampah Resik Becik.
Dia berharap, penukaran minyak jelantah dengan emas bisa berkembang.