Sering diajak menonton pertunjukkan wayang membuat Astri lama-kelamaan menggemari kebudayaan tradisional.
Ketika kelas II sekolah dasar, dia pun memutuskan ikut ekstrakurikuler (ekskul) karawitan di sekolahnya.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
Padahal, ekskul itu baru boleh diikuti oleh siswa kelas IV.
Sekolahnya saat itu, SD Kanisius Sengkan, biasanya berlatih karawitan di sanggar milik pamannya, yaitu Sanggar Gita Langen Budaya yang tak jauh dari sekolah.
Beruntung, kondisi tersebut membuatnya bisa nimbrung belajar karawitan ke sanggar meskipun belum saatnya.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Setelah berlatih karawitan hingga kelas VI, Astri dan teman-temannya pun mendapat kesempatan mengiringi wayang wahyu.
Kala itu, dalangnya ialah Rama Handy.
Sejak itu, dia kian tertarik pada wayang.