"Kalau sudah fase akut intinya ya masyarakat jangan ditunda-tunda. Kalau panas nggak sembuh-sembuh ya segera periksa agar tidak terlambat," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan agar mengantisipasi adanya DBD dilingkungan masyarakat Kota Solo. Dengan terus mensosialisasi ke masyarakat tentang hidup sehat.
Baca Juga:
Arifah Fauzi Apresiasi Sekolah Rakyat Ponorogo, Dinilai Efektif Bangun Generasi Masa Depan
Gibran juga meminta agar lokasi yang ditemukan kasus DBD langsung dilakukan fogging atau pengasapan. "Iya, harus waspada. Ini soalnya juga bahaya, dan sudah banyak (kasus DBD)," ungkap Gibran.
Gibran juga menjelaskan, dirinya sempat harus menjaga putrinya di rumah sakit. Sehingga sejumlah agenda pemerintahan dilimpahkan kepada Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa.
Salah satunya pada saat upacara peringatan HUT ke-277 Kota Solo. Gibran sedianya menjadi pemimpin upacara, tapi digantikan oleh Teguh Prakosa.
Baca Juga:
Konflik Global Memanas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus USD125 per Barel
"Saya tunggu soalnya di Rabu, Kamis dan Jumat itu masa-masa kritis. Kalau DB itu kan bahayanya kalau pas suhunya turun kan panas panas terus. Pas suhu tubuh turun biasanya mengira sudah sembuh. Padahal itu masa-masa kritis dan trombositnya turun," jelas Gibran. [rda]