Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi anak-anak yang tampil menari. Ganjar mengatakan bocah menari tampak bersemangat dan tariannya bagus.
“Anak kecil dari tadi malam saya ketemu dia menari dolanan. Pagi ini menari Gatotkaca. Entah berapa tari yang dikuasai. Dengan sangat luwesnya menari,” ungkapnya.
Baca Juga:
Dishub DKI Jakarta Batalkan Hari Bebas Kendaraan Bermotor pada 13 dan 20 Oktober
Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menjelaskan Gending Bung Karno serta tarian Gatotkaca untuk pengingat Bung Karno memberikan nama Kota Solo sebagai kota budaya dan seni.
“Lagu Gending yang disukai Bung Karno. Salah satunya Pancasila, Prau Layar, Gugur Gunung,” ujarnya.
Menurut dia, seni tari dan Gending jika tak ditampilkan di jalan publik secara terus menerus bisa terkikis. Salah satu Trisakti Bung Karno adalah berkepribadian dalam kebudayaan.
Baca Juga:
PLN Sumatera Barat Hadirkan CFD Padang dengan Booth Jasa Raharja
Sebelumnya, saat berada di area CFD tepatnya, di depan Loji Gandrung pekan lalu, Ganjar juga ikut menari bersama sejumlah siswa dan pengunjung area CFD.[zbr]