“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis bersama tim Inafis tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Sragen. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut,” kata Suwarso.
Diberitakan sebelumnya, bayi yang ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Masaran tersebut memiliki berat badan 2,5 kg dengan panjang badan 58 cm dan diperkirakan sudah meninggal tiga hari lalu.
Baca Juga:
Bupati Morut Pastikan Korban Banjir Desa Bunta Dapat Pelayanan Optimal
Dievakuasi Oleh Warga dan Sukarelawan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Agus Cahyono, mengungkapkan berdasarkan laporan dari PSC 119 Sukowati Sragen, penemuan mayat bayi tersebut berawal dari informasi pegawai Puskesmas Masaran 2, Ismanto, pada pukul 05.00 WIB.
Dia menerangkan jenazah sang bayi ditemukan pada pukul 02.00 WIB oleh warga dan kemudian dievakuasi oleh warga bersama sukarelawan SAR MTA.
Baca Juga:
BPBD Sumsel Imbau Pemudik Waspadai Jalur Rawan Bencana Selama Mudik Lebaran
“Selanjutnya jenazah bayi dibawa ke Ruang Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dengan menggunakan ambulans rescue Kebakkramat yang sedang jaga pengamanan di pospam Lebaran SPBU Waru, Kebakkramat,” ujarnya.[zbr]