“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” katanya.
Selain itu, kata dia, konsep pengolahan sampah secara regional juga tengah disiapkan untuk wilayah dengan timbulan sampah besar seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di NTB dan Banyumas, Lebih dari 400 KK Terdampak
Ia menilai model yang dikembangkan Banyumas menjadi contoh konkret integrasi pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan akhir yang bernilai ekonomi.
Lebih lanjut, dia menegaskan Jateng siap melampaui target nasional pengelolaan sampah yang ditetapkan pada 2029.
“Target nasional 2029 zero (nol) sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” katanya menegaskan.
Baca Juga:
Jembatan Gantung Ambruk di Banyumas, 7 Pegawai PLN Terlempar ke Sungai
Gubernur Luthfi juga mengatakan Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap capaian Jateng yang dinilai sudah baik dan berpotensi menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengelolaan sampah terpadu.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPST BLE Banyumas Edy Nugroho mengatakan sistem pengelolaan sampah di kabupaten itu dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir sehingga memiliki nilai ekonomi.
“Sistem kami dari hulu sampai hilir, menuju waste to value, sampah jadi bernilai ekonomi,” katanya.