Daun itu seketika tercacah hingga lembut.
Bentuk Daun Talas memang beda dengan Tembakau pada umumnya. Tapi ketika sudah terpotong (dirajang), sulit membedakan keduanya.
Baca Juga:
Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah,Bupati Karo:Jaga Kedisplinan Kerja,Berikan Layanan Terbaik Kepada Masyarakat
"Mirip tembakau bentuknya. Prosesnya juga sama, dirajang kemudian dikeringkan, " katanya, Selasa (29/3/2022)
Ia bekerjasama dengan petani di desanya untuk menanam Talas.
Sejumlah petani pun telah beralih menanam Talas.
Baca Juga:
Pengurus PGM Indonesia Kabupaten Sumedang Periode 2025–2030 Resmi Dilantik
Tetapi ia tetap menganjurkan petani menanami lahannya secara tumpang sari.
Di sela tanaman Talas, petani bisa menanam tanaman lain, semisal tanaman buah.
Suhadi membeli daun Talas basah dari petani seharga Rp 1000 perkilogram.