JATENG.WAHANANEWS.CO, Banyumas - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Banyumas, Jawa Tengah, menjelang peresmian nasional pada 16 Mei 2026.
Pengecekan dan peninjauan tersebut dilakukan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Rabu (13/5/2026), dan diikuti secara daring oleh KDKMP dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Baca Juga:
Gubernur Jateng Optimistis Bebas Sampah 2028 Lebih Cepat dari Target Nasional
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis, sarana pendukung, serta kesiapan sumber daya manusia di lokasi percontohan tersebut telah sesuai dengan target pemerintah sebelum diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pengecekan itu Menkop bersama Wakil Panglima TNI berkesempatan mendengarkan paparan dari Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0701/Banyumas, Dandim 0705/Magelang, dan Dandim 0708/Purworejo terkait kesiapan operasional KDKMP di wilayah masing-masing.
Setelah mendengarkan paparan, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya validasi data penerima manfaat dan pemetaan kebutuhan masyarakat agar keberadaan koperasi benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.
Baca Juga:
Ikuti Google Maps, Pemudik Banyumas Nyasar ke Hutan Pemalang
"Yakinkan dulu jumlah masyarakat yang akan dilayani. Petakan kembali titik-titik yang jumlah warganya cukup banyak, kemudian sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan sehingga pelayanan pemerintah kepada masyarakat bisa optimal," katanya.
Ia juga meminta seluruh perangkat pendukung, termasuk gerai pelayanan, gudang, serta infrastruktur digital yang akan menunjang operasional koperasi, dipastikan telah siap digunakan.
Selain itu, dia memberi perhatian khusus terhadap kesiapan jaringan internet yang akan menjadi salah satu penopang utama sistem pelayanan koperasi berbasis digital.
"Yakinkan lagi item dan jumlah isian di setiap titik. Besok ada rencana uji coba akses internet, tolong dimanfaatkan dengan baik agar semuanya benar-benar siap," kata Tandyo.
Sementara itu, Menkop Ferry Juliantono mengatakan persiapan menjelang peluncuran nasional KDKMP terus dipercepat agar koperasi yang diresmikan Presiden benar-benar siap beroperasi dan dapat langsung melayani masyarakat.
Menurut dia, peluncuran pada 16 Mei mendatang bukan sekadar seremoni, melainkan peresmian koperasi yang telah memiliki kesiapan bangunan fisik, gudang, gerai, perlengkapan, barang dagangan, hingga sumber daya manusia.
"Rencana launching (peluncuran) 16 Mei oleh Bapak Presiden adalah launching Koperasi Desa Merah Putih yang siap operasional, artinya kesiapan bangunan fisik, gudang, gerai, alat kelengkapan, barang dagangan, termasuk sumber daya manusia, semuanya siap meskipun belum sempurna," katanya.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan BUMN yang dinilai telah bekerja cepat dalam menyiapkan Banyumas sebagai salah satu lokasi percontohan nasional.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar dapat menjadi bagian dari rantai pasok koperasi desa.
"Kita harus memberikan prioritas untuk mendampingi produk UMKM, mengkurasi, menginkubasi, bahkan kalau perlu membiayai supaya produk-produknya benar-benar berkualitas, berkelanjutan, dan layak dijual di koperasi desa Merah Putih," katanya.
Menkop Ferry mengharapkan keberadaan KDKMP menjadi model badan usaha milik masyarakat desa/kelurahan yang dikelola secara modern, profesional, dan mampu memberi manfaat ekonomi secara langsung bagi anggota maupun masyarakat luas.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]