"Ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat di awal Bulan Syawal," papar dia.
Dia menyebut, kupat mempunyai arti yang cukup dalam.
Baca Juga:
Lagi Minum Dikedai Kopi, Sagala Diserang dan Dibacoki,Tangan Kanan Putus,Warga Geger.
Kupat merupakan simbol kesederhanaan dalam merasakan satu Syawal.
"Kalau Lebaran Idul Fitri kan sudah identik dengan opor, kalau sekarang ya ini katupat isi tauge," papar dia.
Dia berharap, generasi muda bisa melestarikan dan mempertahankan tradisi kupat di Kampung Pedurungan Tengah.
Baca Juga:
PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik untuk FIFA Series 2026 di Stadion Utama GBK
"Inikan nguri-nguri budaya, ya memang harus dipertahankan," imbuh dia.
Salah satu warga sekitar Nur Rohmah mengaku, tradisi pembagian kupat ini sudah ada sejak dia masih kecil.
Kupat tersebut merupakan tradisi yang ditunggu-tunggu.