"Dengan begitu, harga-harga menjadi stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga, dan ujungnya kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya.
Diungkapkannya, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Jateng pada 2023.
Baca Juga:
Pemerintah Jawa Tengah Salurkan CPPD: 1.000 Warga Karanganyar Dibantu
Meskipun Jateng sebagai salah satu daerah penghasil beras, kata dia, banyak pasokan beras yang justru dikirim keluar provinsi tersebut.
"Mudah-mudahan memasuki April 2024 sudah mulai masa panen sehingga harga beras di Jateng menjadi lebih stabil," katanya.
Selain bekerja dengan Kodam, kata Sumarno, Pemprov Jateng juga mengadakan kegiatan pasar murah di berbagai kabupaten/kota di Jateng untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan.
Baca Juga:
Gandeng Pemprov Jateng, Taspen Siap Tingkatkan Layanan untuk ASN
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan bahwa Pak Rahman akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan pasar murah, sebagai bentuk kolaborasi agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
"Ini bisa menjadi satu kolaborasi yang sangat luar biasa dan ini tentu sangat meringankan beban bagi masyarakat, terutama bahan pokok menjelang puasa dan hari raya. Sehingga diharapkan nanti bisa terus menerus bisa diselenggarakan, khusus Kota Semarang bersama TNI-Polri," kata Ita, sapaan akrabnya.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]