Sementara itu, Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, perizinan melalui metaverse merupakan satu-satunya di Indonesia. Nantinya teknologi tersebut akan dikembangkan, karena punya potensi menjadi platform baru untuk interaksi sosial, perizinan, perdagangan, hingga hiburan.
“Kami ingin memudahkan dalam mengurus administrasi ataupun perizinan” jelasnya.
Baca Juga:
Dilaunching Menpan-RB, MPP di Sikka Siap Layani 80-an Jenis Layanan
Teknologi metaverse, lanjut Ita-sapaan akrabnya- menjadi wujud program reformasi birokrasi untuk memantik penanaman investasi.
“Nanti akan kita terapkan di MPP yang ada di Terminal Mangkang,” pungkasnya.[mga]