Untuk kekosongan jabatan lain di tingkat kepala OPD, kata dia, Pemkot Semarang telah melakukan seleksi melalui lelang jabatan dan menyetorkan nama-nama yang lolos ke Kemendagri.
"Yang OPD masih menunggu dari Kemendagri, gerbongnya masih berhenti di sana, sementara diisi Plt (pelaksana tugas) tapi tetap bisa berjalan," katanya.
Baca Juga:
Pemkot Pontianak Laksanakan Sensus BMD 2026 Perkuat Tata Kelola Aset
Sementara itu, Pj Sekda Kota Semarang M. Khadik menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan program dan kegiatan yang sudah direncanakan oleh Pemkot Semarang hingga akhir 2024.
Ada juga PR yang menjadi permasalahan klasik di musim penghujan yang harus diselesaikan, yakni banjir dan rob.
"Antisipasi sudah dilakukan saat musim kemarau, dengan pengerukan aliran sungai agar bisa mengeliminir banjir," katanya.
Baca Juga:
Pemprov Kalteng Kaji Penggabungan Sejumlah OPD untuk Optimalkan Kinerja Daerah
Selain itu, PR yang harus digarap adalah menjaga situasi kondusif selama penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) dan netralitas aparatur sipil negara (ASN).
"Kami komitmen, ASN pemkot netral agar masyarakat tidak terpecah belah, rukun damai dan kondusif," katanya.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]