Saat dilaksanakannya pendataan diketahu dari delapan pemuda tersebut lima di antaranya masih berstatus pelajar.
"Kita berikan imbauan, selanjutnya dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," jelasnya.
Baca Juga:
Cerita di Balik Aroma Kopi Oishii: Transformasi Ekonomi UMK Batui Bersama PLN UIP Sulawesi
Sementara itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Kepala Polresta Solo (Kapolresta) Solo, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ade Safri Simanjuntak meminta warga segera melaporkan apabila adanya indikasi perang sarung di wilayahnya.
"Kami imbau masyarakat agar tidak melakukan perang sarung karena meresahkan. Kalau warga melihat kejadian ada perang sarung, laporkan kepada kami agar kami tindak," kata Kapolresta Solo.
Kombel Pol Ade menambahkan untuk menjaga kondusivitas Kota Solo dengan tetap melaksanakan sahur di rumah.
Baca Juga:
Tak Hanya Bangun Sekolah, Program Revitalisasi Dorong Ekonomi Lokal dan Pemerataan Pendidikan
"Lebih baik sahur di rumah bersama keluarga dari pada melakukan sahur on the road yang belum tentu ada manfaat untuk kita," tutupnya. [rda]