"Hal ini disebabkan karena banyak industri yang sudah tutup di akhir Ramadan. Semula rata-rata harian normal 1.367 kl," paparnya.
Menurut Brasto, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 April dan berlanjut dengan puncak arus balik pada 7 Mei.
Baca Juga:
Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lampung Tembus Pasar Nasional dan Global
Pertamina Patra Niaga, selaku perusahaan yang mengelola penjualan BBM, memberikan jaminan akan stok BBM di Solo Raya.
Tak hanya memastikan ketersediaan, pihaknya bahkan juga menjanjikan distribusi BBM tak hanya di SPBU saja, agar antrean di SPBU tak terlalu padat.
Salah satu caranya, menyediakan motorist PDS, yakni pengiriman atau delivery BBM via sepeda motor.
Baca Juga:
Dorong Mobilitas Hijau, SPKLU Signature ZORA Hadir dengan Teknologi AI dan Ultra Fast Charging
Penjualan keliling ini juga diharapkan membantu pemudik yang terjebak kemacetan, baik di tol maupun luar tol.
"Kami siagakan SPBU kantong yang berupa mobil tangki, atau motor penjual BBM dalam kemasan. Ini akan membantu ketika lalu lintas padat," terangnya.
Meski konsumsi meningkat, Pertamina menjamin ketersediaan BBM di Solo Raya, khususnya Pertalite dan Solar, selama musim mudik.