Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menyediakan rantai pasok biomassa program co-firing tersebut. Biomassa yang dipergunakan di antaranya sawdust atau serbuk gergaji, serpihan kayu, cangkang sawit, bonggol jagung, dan bahan bakar jumputan padat.
"Dalam menyediakan rantai pasok ini, kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah hingga kelompok masyarakat sehingga program ini memiliki dampak ekonomi untuk masyarakat secara langsung," pungkas Darmawan.
Baca Juga:
Transformasi Berkelanjutan Nyata, PLN Group Sabet 46 PROPER Emas dan Hijau 2025 KLH
[Redaktur: Mega Puspita]