Selama tahap konstruksi, proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja sebelum kemudian mempekerjakan sekitar 200 pekerja tetap ketika memasuki tahap operasional.
PBT juga memperkirakan akan tercipta ribuan peluang kerja tidak langsung pada sektor logistik, transportasi, distribusi, dan berbagai usaha pendukung.
Baca Juga:
Investasi Kumulatif KEK Capai Rp368 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Indonesia Makin Kompetitif di Mata Investor
Tohom melihat komitmen PBT mengutamakan tenaga kerja lokal sebagai bagian penting yang harus dikawal sejak tahap persiapan proyek.
“Investasi asing akan memperoleh legitimasi sosial yang kuat apabila masyarakat di sekitar kawasan industri ikut tumbuh menjadi tenaga terampil, pemasok, pelaku usaha, dan bagian dari rantai ekonominya,” katanya.
PBT berencana menyiapkan program pendidikan dan pelatihan agar tenaga kerja Jawa Tengah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri baterai kendaraan listrik.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Ucapkan Turut Berduka atas Meninggalnya Anggota DPR RI Bakri Dapil Jambi
Menurut Tohom, pemerintah daerah dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun kemitraan antara perusahaan dengan SMK, politeknik, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan kerja.
“Kalau industrinya datang tetapi kompetensi manusianya tidak dipersiapkan, kita kehilangan kesempatan besar untuk melakukan transfer pengetahuan kepada generasi muda Indonesia,” ujar Tohom.
Pabrik PBT di KEK Industropolis Batang diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga US$900 juta per tahun dengan besaran yang dipengaruhi perkembangan harga nikel dunia.