“Kalau aglomerasinya dirancang dengan baik, satu investasi besar bisa menjadi pemicu lahirnya puluhan bahkan ratusan aktivitas ekonomi baru di kawasan sekitarnya,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya menyatakan dukungan terhadap rencana investasi PBT saat menerima jajaran perusahaan tersebut di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Baca Juga:
Investasi Kumulatif KEK Capai Rp368 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Indonesia Makin Kompetitif di Mata Investor
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berharap produk yang dihasilkan nantinya tidak seluruhnya diarahkan ke pasar ekspor tetapi dapat mendukung kebutuhan industri nasional.
Tohom sependapat bahwa pembangunan industri baterai perlu berjalan beriringan dengan perluasan pasar kendaraan listrik dan energi bersih di dalam negeri.
“Pasar domestik yang kuat akan membuat Indonesia tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri hijau dunia,” ujarnya.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Ucapkan Turut Berduka atas Meninggalnya Anggota DPR RI Bakri Dapil Jambi
Ia menilai arah tersebut sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta kemandirian ekonomi nasional.
Menurut Tohom, pemerintah juga perlu memastikan proses perizinan investasi berjalan cepat tanpa mengurangi kepastian hukum, perlindungan lingkungan, dan kepentingan masyarakat.
“Investor membutuhkan kepastian, sedangkan masyarakat membutuhkan manfaat, sehingga tugas pemerintah adalah memastikan keduanya berjalan dalam satu arah pembangunan nasional,” katanya.