Berdasar informasi BMKG bahwa, tingginya intensitas curah hujan di Jawa Tengah dipengaruhi oleh kombinasi aktif beberapa fenomena atmosfer global, seperti La Nina lemah, Monsun Asia, serta fase bulan baru yang meningkatkan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.
"Intensitas curah hujan tinggi selama dua hari menyebabkan daerah cekung tergenang air dan drainase penuh, serta limpasan Sungai Bremi sisi barat menggenangi permukiman warga khususnya di wilayah Kelurahan Tirto," katanya.
Baca Juga:
Kasus Salah Data Pajak Rp 2,9 Miliar Gegerkan Pekalongan, Korban Hanya Buruh Jahit
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]