WahanaNews-Borobudur | Ketegangan dan gesekan sosial menjadi ciri khas dinamika kampung maupun kota.
Biasanya apa yang terjadi di jalanan, diselesaikan secara damai di jalanan.
Baca Juga:
Posko ESDM RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Terkendali
Begitupun ketegangan dan gesekan yang belakangan ini terjadi pada skena seni jalanan Kota Magelang.
Bermula dari spot jocking 3 pelaku street art, Pablo, Bagor, Kemo yang menutupi sebagian karya mural SmArt dan MRDK.
Di Jalan Kalimas, Senowo, Kota Magelang, hampir separo mural karya SmArt dan MRDK di tembok sepanjang 5 meter, ditimpa blok tulisan nama samaran ketiga anak muda ini.
Baca Juga:
Hadiri Rapat Paripurna DPRD Karo,Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar LKPH Tahun 2025
Seperti biasa, orang-orang mengomel dan menggerutu di media sosial.
Mereka menuntut para pelaku ditangkap.
Masalah kemudian berlanjut hingga ke polisi.