Termasuk cita-cita mengubah Jalan Jenggala dari timur RSU Tidar hingga pertigaan Fantasia menjadi lorong mural. Mengubah jalan itu menjadi koridor mural Kota Magelang.
"Coba bayangkan kalau kanan-kiri Jalan Jenggala itu rumah-rumahnya bisa direspon oleh teman-teman ini. Di Indonesia (mural street art) kan belum banyak. Tapi kalau di luar negeri seperti di Malaka, di Melbourn itu menjadi daya tarik kunjungan orang di situ," kata Nafi.
Baca Juga:
Posko ESDM RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Terkendali
Melbourne memang menjadi jantung street art Australia. Tembok di gang sempit dari Hosier Lane hingga Blander Lane diperlakukan bak kanvas raksasa oleh para perupa jalanan.
Karya graffiti muncul dan tenggelam di spot ini setiap malam.
Nantinya karya yang dipajang di koridor mural Jalan Jenggala akan dikurasi oleh para sesama seniman. Diharapkan semua aliran street art bisa ditampung di lokasi ini.
Baca Juga:
Hadiri Rapat Paripurna DPRD Karo,Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar LKPH Tahun 2025
“Bisa memperhidup kehidupan lain. Memperindah. Ini harapan kami.”
Ada seni bersiasat agar bisa bertahan hidup di kampung kota.
Jalan tikus bukan hanya menjadi jalur tercepat keluar dari labirin gang-gang sempit dan perumahan yang sesak.