Kondisi itu mengakibatkan air masuk ke beberapa rumah warga yang tinggal di sekitar sungai.
Ada 7 KK dari 4 rumah yang terdampak, tapi tidak ada korban jiwa.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Ketinggian air saat itu 50 sentimeter.
"Lama genangan yang terjadi sekira satu jam," ujarnya.
Sementara, selain tanah longsor dan banjir juga ada bencana atap rumah roboh dan pohon tumbang di Kota Semarang.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Di antaranya menimpa atap rumah warga milik Baderi di Jalan Depoksari RT 05 RW 07, Kecamatan Tandang, Kelurahan Tembalang.
Kemudian rumah milik Dalhar Mudakir (58) di Jalan Abu Bakar Tambakaji, Ngaliyan, pohon tumbang menimpa rumah bagian ruang tengah dan kamar tidur, Rabu (19/1/2022) pukul 16.30.
Sedangkan, pohon tumbang juga terjadi di sejumlah ruas jalan antara lain di Jalan Sompok Baru, Jalan Kokrosono, Jalan Sekayu.