"Sejak awal tidak ada niat menghilangkan nyawa anaknya, dia spontan," ucapnya.
Kombes Irwan menyebut motif pelaku menghabisi darah dagingnya lantaran uang tabungan keluarga ludes untuk melunasi tunggakan pinjol.
Baca Juga:
Kemendagri Dukung Kelancaran dan Sukses PSU Pilkada 2024 di Sejumlah Daerah
Uang tabungan di bank sebanyak Rp 39 juta hanya tersisa Rp 1 juta dihabiskan pelaku untuk membayar pinjol
Lantaran takut dengan suaminya, pelaku mengajak anaknya kabur dari rumah untuk menginap satu malam di sebuah hotel.
"Pelaku membayar pinjaman online berbunga tanpa pengetahuan suaminya," kata Kombes Irwan dalam keterangan pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (11/5).
Baca Juga:
Dua Negara Arab Tiba-Tiba Gabung dengan Israel dan AS dalam Latihan Militer
Kombes Irwan membeberkan, pelaku menanggung hutang atas nama dirinya sebanyak Rp 12 juta pada tahun lalu. Namun, uang hutang tersebut justru digunakan sepenuhnya oleh temannya berinisial SS.
"KTP pelaku digunakan temannya untuk meminjam uang di pinjaman online," bebernya.
Pihaknya tengah mencari keberadaan SS untuk menemukan fakta-fakta lain dibalik aksi tega pelaku membunuh anak kandungnya.