Menurutnya, Mas Pur adalah sahabat kakaknya, saking dekatnya meski stres masih ingat nama dan rumah kakaknya.
Mereka dekat lantaran pernah sama-sama bekerja di pabrik eletronik yang bergerak di bidang reparasi lemari es.
Baca Juga:
Indonesia Lampaui Target Medali di ASEAN Para Games 2025, NPC Apresiasi Perjuangan Atlet
"Pabriknya berada di wilayah Damarwulan, tempat biasa dia menggelandang, pabriknya sekarang sudah tutup," bebernya.
Anehnya, sambung Rudy, dua minggu sebelum meninggal tersambar kereta, Mas Pur sempat datang ke rumahnya.
Ia menitipkan surat agar disampaikan ke kakak kandungnya.
Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan 28 Perusahaan Tak Boleh Beroperasi, Aset Dikelola Danantara
Kebetulan surat itu diterima oleh istrinya.
"Istri saya yang terima, ia kirim surat agar disampaikan ke Pak Imam, nama kakak saya," ujarnya.
Ketika menyampaikan surat itu, Mas Pur sempat berkata bahwa surat itu dari Allah.