Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat AKP Supriyanto menyebut, seorang saksi mata sempat melihat mas Pur tiduran di jembatan samping rel kereta.
Ketika itu saksi sedang duduk di angkringan yang berjarak hanya 10 meter dari korban.
Baca Juga:
Lantik 13 Pejabat Pengawas,Bupati Karo: Jabatan Amanah Harus Dijalankan dan Perkuat Pelayanan Publik
Sontak, saksi meneriaki korban tapi tak dihiraukan.
"Ketika terdengar suara kereta api akan melintas, korban tiba-tiba tiduran di rel sehingga langsung tersambar kereta api," paparnya saat dihubungi wartawan.
Ia mengatakan, korban adalah tunawisma yang biasa mondar-mandir di wilayah tersebut.
Baca Juga:
KBIHU Multazam Tanjungsari Sumedang Gelar Doa Bersama dan Persiapan Keberangkatan ke Madinah di Mekkah
Korban juga dikenal mengalami gangguan jiwa.
Dari keterangan warga setempat, korban sudah hidup menggelandang selama 10 tahun terakhir.
"Korban biasanya tidur di emperan Masjid An Naim atau di sekitar rel," ucapnya.