Menanggapi wacana itu, Joko mengungkapkan menjadi presiden itu merupakan alat bukan tujuan. Apa maksudnya?
"Menjadi presiden itu alat bukan tujuan, jadi kalau tujuan saya nawaitu saya adalah menjadi orang yang baik yang bisa memberi bantuan manfaat bagi orang lain," katanya, Minggu (8/5/2022), di sela kepulangannya ke Solo.
Baca Juga:
Prabowo Singgung Pilpres 2029, Sebut AHY Bisa Berdampingan dengan Gibran
Disinggung apakah sudah ada partai politik yang meminangnya, Joko tidak mengatakan secara gamblang.
"Minang-meminang? Kan saya bukan perempuan, tapi niat yang baik yang jadi platform kehidupan yang mestinya jadi dasar kekerabatan, kekeluargaan dan keagamaan kita" ungkapnya.
"Anda mestinya menjaga (agar) saya tidak menjadi presiden, karena enggak ada presiden yang membangun jalan pakai uang pribadi," katanya kemudian tertawa.
Baca Juga:
Wapres Gibran Apresiasi Gerak Cepat Mentan Amran di Sektor Pertanian
Menurutnya saat ini rakyat Indonesia membutuhkan presiden yang suka berbagi kebaikan.
"Kita itu butuh presiden yang berbagi kebaikan, mengampanyekan kebaikan. Bukan menjadi tempat pertarungan untuk memperebutkan atau menghabiskan sumber daya," ucap Joko.
Sekali lagi, Joko Suranto menegaskan bahwa dirinya tidak ada niatan untuk terjun ke dunia politik.