Sementara itu, pengunjung asal Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, DIY, Anna mengaku ia sekeluarga kecele melihat lampion shio di depan Balai Kota Solo yang hancur tersebut.
Rencananya, setelah dari Sukoharjo, Anna akan menikmati sore hari menonton lampion Imlek di halaman Balai Kota Solo.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Namun, situasinya berbeda. “Kecele. Saya dari Sleman, sengaja mau ke sini. Enggak tau nek ambruk. Habis ini paling ya pulang,” kata Anna saat ditemui wartawan.
Anna berharap pemasangan lampion atau hiburan lain lebih diperhatikan aspek kekuatannya.
“Mungkin diperkuat lagi biar engga begini,” jelasnya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Hal senada dikatakan warga Tasikmadu, Karanganyar, Herdiana.
Ia bersama anaknya tiba di halaman Balai Kota Solo saat lampion shio telah ambruk dihantam hujan angin.
“Sampai sini udah ambruk. Saya sama anak, niatnya mau nyore,” jelas Herdiana.