“Besok siang atau sore (TPA) kita buka, di samping kita melakukan pengelolaan terkait limbah cairnya,” ujar Christian.
Dirinya melanjutkan, tidak semua sampah di seluruh wilayah Kudus serentak dibuang besok.
Baca Juga:
PLN Perkuat Pendidikan Keagamaan melalui Penyaluran 110 Mushaf Al-Qur'an di Garut
“Bertahap, jangan langsung semuanya dibuang besok. Utamanya sampah-sampah yang ada di pinggir-pinggir jalan,” katanya.
Mewakili seluruh warga desanya, Christian juga menekankan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk serius dalam mengelola sampah di TPA.
Ketika nantinya TPA kembali menampung seluruh sampah masyarakat Kudus kembali, Pemkab perlu menyediakan alat modern dalam pengolahan sampah.
Baca Juga:
PLN UP3 Garut Salurkan 110 Mushaf Al-Qur'an untuk Dukung Pembelajaran TPA di Sembilan Masjid
Dengan begitu, dampak lingkungan dari gunungan sampah dapat berkurang dan bisa menyerap tenaga kerja.
“Selama (Pemerintah Daerah) tidak serius, kami sepakat tidak akan memperbolehkan (TPA dibuka),” tegasnya.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]