WahanaNews-Jateng | Sebanyak 29 Anak di Kebumen tercatat alami sakit Kanker Leukemia.
Ironisnya, mereka belum pernah tersentuh program pemerintah. Apalagi, kondisi ini sudah dialami para penderita sejak sekitar tahun 2016-2017 lalu.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Peduli Kanker Anak Kebumen Sunaryo bersama perwakilan orang tua dan anak penderita kanker, kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, saat melakukan audensi di Ruang Transit Pendopo Kebumian, Jumat (11/2/2022).
Sunaryo mengatakan dari jumlah anak yang menderita kanker, sebagian masih harus menjalani perawatan dan ada yang sudah selesai pengobatan.
Kendati begitu, proses pananganan ini bukanlah hal yang mudah, dan butuh kepedulian sesama.
Baca Juga:
57 Kendaraan Dinas Lulus Uji Emisi, PLN UID Jakarta Raya Perkuat Operasional Ramah Lingkungan
Terlebih menurutnya, dampak bagi penderita kanker leukemia ini tidak hanya pada fisik saja, namun juga pada mental psikologis mereka.
Tak jarang penderita sering dikucilkan masyarakat lantaran takut tertular.
Belum lagi, kendala lain soal sulitnya mendapatkan obat karena sering kosong dan hanya bisa dipesan melalui Yayasan Kanker Anak Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta.