"Seperti saat ini saja, ada bangku yang kosong. Mungkin ada orang yang iseng untuk mendapatkan tiket gratis tapi tidak jadi berangkat karena hanya ingin mengamankan akunnya agar tidak hangus, sedangkan orang yang benar-benar ingin pulang justru tidak bisa mendapatkan tiket," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, ke depan diharapkan ketika registrasi ulang ternyata ada peserta yang batal berangkat, pihak penyelenggara dapat membuka kembali pendaftaran agar masyarakat yang benar-benar ingin mudik maupun milir gratis bisa mendapatkan fasilitas tersebut.
Baca Juga:
Drama Menegangkan di Atap Gedung, Lansia Bawa Pisau dan Ancam Akhiri Hidup
Bahkan jika memungkinkan, lanjut dia, pihak penyelenggara dapat memberlakukan semacam deposit yang nantinya dikembalikan kepada peserta dalam bentuk uang atau barang seperti kaos dan sebagainya saat keberangkatan.
Menurut dia, deposit tersebut dapat diterapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya orang-orang yang hanya iseng mendaftar tapi tidak jadi berangkat.
"Kalau ada deposit kan dia mau berangkat, kalau enggak berangkat ya duit hilang 'kan sayang walaupun cuma Rp50 ribu atau Rp100 ribu, biar tidak terjadi kekosongan-kekosongan seperti ini," katanya.
Baca Juga:
Gubernur Jateng Optimistis Bebas Sampah 2028 Lebih Cepat dari Target Nasional
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]