Ditemui usai melepas keberangkatan angkutan balik gratis, Bupati mengatakan jumlah armada bus gratis yang diberangkatkan dari Purwokerto menuju Jakarta dan sekitarnya sebanyak delapan unit.
Kendati demikian, dia mengakui tidak semua bus tersebut dipenuhi oleh para pemudik yang hendak kembali bekerja di perantauan.
Baca Juga:
Plh Bupati Banyumas Harap Banyumas Job Fair 2025 Kurangi Pengangguran dan Kemiskinan
"Mungkin wara-wara-nya kurang. Mungkin tahun depan akan kita perbaiki supaya kalau Kementerian Perhubungan mengadakan mudik gratis bersinergi dengan kita, di Jakarta kan banyak komunitas-komunitas, paguyuban-paguyuban orang Banyumas Raya," katanya.
Bupati mengharapkan program mudik dan milir gratis ke depan dapat berjalan lebih baik lagi.
Dalam kesempatan terpisah, salah seorang pemilir yang hendak kembali ke Depok, Rustam mengaku sangat terbantu dengan adanya angkutan mudik dan balik gratis tersebut, sehingga dia bersama keluarga dapat menghemat biaya transportasi untuk mudik ke Banjarnegara maupun balik ke Depok.
Baca Juga:
KPU Banyumas Musnahkan Kelebihan Surat Suara Pilkada Serentak 2024 di Gudang
"Kalau keluar ongkos sendiri ya berat, apalagi saya berempat, kalau satu tiket Rp350 ribu, empat orang berarti Rp1,4 juta, sehingga kalau pulang pergi minimal Rp2,8 juta. Jadi angkutan mudik dan balik gratis ini sangat membantu dan saya rasa pelayanannya dari tahun ke tahun makin baik," katanya.
Akan tetapi, kata dia, kuota peserta mudik dan milir gratis pada Lebaran 2025 lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga masyarakat harus gerak cepat untuk mendapatkan tiket gratis.
Kendati demikian, dia menyayangkan dalam bus yang digunakan untuk angkutan mudik dan balik gratis sering kali didapati bangku yang tidak ada penumpangnya, padahal saat pendaftaran ada informasi jika kuota sudah penuh.