Nanik pulang dari lokasi kejadian pada Selasa (1/2/2022) dini hari. Sore harinya, ia kembali dipanggil oleh oknum bank plecit tersebut, namun dia mendapat perlakuan berbeda.
Kendati demikian, dia belum diperbolehkan pulang dan tak boleh menghubungi siapapun lewat handphone. Bahkan dia juga sempat disuruh untuk makan.
Baca Juga:
Pererat Silaturahmi, Bupati Karo Berbuka Puasa Bersama Forkopimda Karo
Di hari itu, dia juga sempat dibawa ke sejumlah lokasi, mulai dari klinik dan rumah sakit. Baru pada Rabu (2/2/2022) dia dibawa oleh suaminya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
"Saat di rumah sakit, saya sempat ditelepon oleh nomor asing. Tapi tidak saya angkat," ujar Nanik.
Disisi lain, Nanik mengaku saat kejadian penganiayaan itu, dia sedang hamil muda dari hasil satu tes pack yang dilakukannya dan dinyatakan positif.
Baca Juga:
Pariwisata Bali Tetap Stabil Meski Situasi Geopolitik Global Memanas
Namun, alat tersebut kini sudah tidak ada. Dia pun merasa mengalami keguguran karena mengeluarkan gumpalan darah usai mengalami penganiayaan.
Sementara itu, dia mengaku pada Selasa (15/2/2022) akan menjalani pemeriksaan oleh polisi.
Besar harapannya agar kasus ini ditangani hingga tuntas.