“Guru yang memahami kebutuhan perusahaan secara langsung dapat membawa pengalaman tersebut ke ruang kelas sehingga siswa tidak mengalami kesenjangan besar ketika memasuki lingkungan kerja,” ucapnya.
Ia mengatakan program pengembangan tenaga kerja lokal juga dapat meningkatkan kepercayaan investor karena perusahaan memperoleh kepastian mengenai ketersediaan sumber daya manusia yang terampil, disiplin, adaptif, dan siap mengikuti standar industri global.
Baca Juga:
Pembentukan 6 KEK Baru Menunggu PP, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Harus Berdampak ke Rakyat
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan KEK Batang perlu dipandang sebagai bagian dari pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang manfaatnya harus menjangkau masyarakat di Batang, Pekalongan, Kendal, Tegal, dan daerah sekitarnya.
“Keberhasilan suatu kawasan ekonomi tidak cukup dinilai dari nilai investasi, tetapi juga dari banyaknya warga lokal yang memperoleh pekerjaan, peningkatan pendapatan, keterampilan baru, dan kesempatan memperbaiki taraf hidup,” katanya.
Menurut Tohom, pola kolaborasi pendidikan dan industri seperti Program PRIMA perlu dikembangkan di kawasan ekonomi khusus lainnya agar investasi yang masuk tidak menghadapi kekurangan tenaga kerja sekaligus tidak meninggalkan masyarakat setempat sebagai penonton.
Baca Juga:
Potensi Investasi KEK Capai Rp846 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Harus Siap Eksekusi
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pengelola kawasan menyusun sistem pemantauan lulusan agar peserta yang telah menyelesaikan program memperoleh akses informasi lowongan, sertifikasi kompetensi, pelatihan lanjutan, dan jalur rekrutmen yang transparan.
“Program ini harus menghasilkan rantai yang utuh mulai dari pembinaan, penguatan kompetensi, sertifikasi, penempatan kerja, hingga peningkatan karier agar dampaknya dapat diukur secara nyata,” ujarnya.
Tohom berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di KEK Industropolis Batang semakin aktif menyampaikan kebutuhan kompetensi kepada sekolah serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal teknologi, budaya kerja, keselamatan kerja, dan sistem produksi modern.