“Ketika pemerintah, sekolah, industri, dan masyarakat bergerak dalam arah yang sama, Batang dapat tumbuh menjadi pusat manufaktur sekaligus pusat kelahiran talenta industri kelas dunia,” katanya.
Program PRIMA 2026 diperluas dari lima menjadi delapan SMK dengan 160 peserta inti serta mendapatkan tambahan partisipasi mandiri sebanyak 360 siswa dari SMK Negeri 1 Batang dan 106 taruna dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal.
Baca Juga:
Pembentukan 6 KEK Baru Menunggu PP, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Harus Berdampak ke Rakyat
Program tersebut melibatkan praktisi sumber daya manusia dari PT KCC Glass Indonesia dan PT Wavin Manufacturing Indonesia, kunjungan ke fasilitas produksi, pendampingan psikolog Universitas Diponegoro, serta pelatihan kedisiplinan bersama TNI.
Pelaksana Tugas Direktur Utama KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati menyatakan perluasan program mencerminkan meningkatnya kepercayaan institusi pendidikan dan industri terhadap upaya penyiapan tenaga kerja lokal.
Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah Agus Nowo Edy juga menilai Program PRIMA sebagai pelaksanaan konsep keterhubungan pendidikan dan industri yang lebih komprehensif dibandingkan pola magang konvensional.
Baca Juga:
Potensi Investasi KEK Capai Rp846 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Harus Siap Eksekusi
[Redaktur: Sandy]