"Sebagai lembaga keuangan dengan total aset per Mei sebesar Rp235 miliar, BPR Pasar Boja telah memiliki credit package programme untuk perusahaan perseorangan maupun industri yang berorientasi cost efficiencies," katanya.
Menurutnya, industri ini khususnya penghematan biaya listrik, dapat mengurangi emisi karbon, guna mendukung pertumbuhan kinerja usahanya melalui konversi dari daya listrik (PLN) menjadi pemakaian listrik tenaga surya /PLTS (solar energy) dengan sistem On Grid kWh export import ke PLN.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Minta Pemerintah Dukung Investor Bangun PLTS di Kepulauan untuk Atasi Keterbatasan Listrik
Ia menjelaskan, program pembiayaan tersebut berbasis pembiayaan modal kerja atau investasi. Sehingga pembayarannya dapat diangsur sampai dengan 48 bulan dengan bunga kompetitif.
"Plafon yang kami siapkan sampai dengan Rp4 miliar bergantung dari
jenis spesifikasi dan daya yang dibutuhkan konsumen atau debitur pengguna PLTS," katanya.
Head of Business SonusID, Jericho Pratama menyambut positif kerjasama pembiayaan pembelian PLTS ini.
Baca Juga:
PLN Wujudkan Cita-Cita Terangi Tiga Desa di Barito Timur Kalimantan Tengah
"Kolaborasi ini bagi SonusID menjadi kolaborasi strategis sebagai langkah awal untuk masuk ke pasar rumah tangga dan bisnis di Semarang dan Jawa Tengah," kata dia.
Kerjasama ini, lanjut Jerich juga memungkinkan setiap rumah tangga dan bisnis dapat memiliki sumber energi bersih yang dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.
"Kami menghadirkan paket solar PV System yang telah terstandard dan biasa kami install untuk skala industri di rumah anda. Anda tidak perlu ragu dengan kualitasnya," kata dia.[gab]