"Maka kami tidak memberitahukan ke sekolah agar anak itu tetap dapat melanjutkan pendidikan," terang Direktur Pendidikan Yayasan Anantaka itu.
Ia mengatakan, perlu langkah pencegahan agar anak-anak tidak lari ke dunia prostitusi.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Tentunya diperlukan perlindungan anak yang perlu dilakukan di lingkungan keluarga.
Kontrol keluarga sangat penting terutama saat pandemi Covid-19 lantaran peran sekolah sangat berkurang.
"Keluarga harus bisa memberikan pengasuhan yang positif terhadap anak-anak sehingga anak diharapkan tidak melakukan perilaku negatif di antara prostitusi," ujarnya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Di samping itu, persoalan literasi digital juga menjadi masalah
Banyak orangtua tidak mengetahui perkembangan dunia digital terutama di media sosil seperti adanya Michat.
"Anak-anak sekarang lebih pintar dari orangtua, kami juga kesusahan memberikan edukasi kepada orangtua setidaknya memahami hal-hal seperti itu," tuturnya.