"Hal itu berkaca dari realisasi penyaluran bantuan air bersih pada musim kemarau tahun 2023 yang mencapai kisaran 5 juta liter," katanya.
Lebih lanjut, Aris mengatakan selain mengantisipasi bencana kekeringan, pihaknya juga masih melakukan penanganan bencana tanah longsor maupun tanah bergerak di sejumlah wilayah Banjarnegara.
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Terjang Manado: Dua Tewas, Ribuan Warga Terdampak
Menurut dia, hal itu dilakukan karena sejak awal Januari 2024 hingga akhir April tercatat sebanyak 498 titik bencana longsor yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Banjarnegara.
"Sebagian besar kejadian longsor di Banjarnegara merupakan longsor rayapan, pergerakannya perlahan pada musim hujan. Namun saat musim kemarau, pergerakannya berhenti semua," katanya.
Terkait dengan hal itu, pihaknya hingga saat ini masih menunggu kajian yang dilakukan Badan Geologi sebagai dasar untuk membangun hunian tetap bagi warga yang menjadi korban bencana longsor.
Baca Juga:
Miris, Bayi 11 Bulan Tewas Tertimbun Longsor di Kota Bogor
Menurut dia, Pemkab Banjarnegara hingga saat ini telah mendirikan sekitar 88 unit hunian sementara bagi korban longsor yang tersebar di beberapa desa.
"Kami juga terus melakukan upaya mitigasi, sosialisasi, dan menyiapkan masyarakat agar tangguh dalam menghadapi bencana pada musim kemarau maupun musim hujan," kata Aris.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]